Untitled Document
KABAR BENCANA
Hujan turun terus menerus di Jakarta, sementara hati dan pikiran kami melayang ke saudara-saudara kami yang masih berada di tenda-tenda pengungsian di Tasikmalaya, Cianjur dan Pengalengan.
Sementara, di Sumatera Barat, keadaan darurat masih sangat terasa, walaupun roda perekonomian untuk kebutuhan sehari-hari berangsur-angsur mulai berjalan. Di beberapa bagian yang terkena gempa, seperti di desa Sungai Geringging tempat dimana kami mengirimkan bantuan logistik, listrik di sana sudah mulai menyala dan Alhamdulillah bantuan pun sudah banyak mengalir. Sehingga Loly Nur Fitria, teman kami yang berangkat kesana juga menyalurkan bantuan yang dibawanya ke desa-desa tetangganya.
Situasi ini menggugah bukan hanya saudara-saudara kita yang berada di tanah air, tapi juga mereka yang berada di negara lain seperti AS, Canada, Switzerland dan Belgia yang menyatakan keinginannya untuk membantu serta menyalurkan dananya.
Kami terus di kontak dan dihubungi oleh berbagai pihak meminta untuk dikirimkan psikolog untuk dikirimkan sebagai relawan. Tentunya tenaga psikolog sangat terbatas, sementara kebutuhan dilapangan sangat tinggi, menghadapi anak-anak yang masih ketakutan, dengan kondisi fisik yang tentunya sangat rawan penyakit. Menghadapi orang tua yang kehilangan anak-anaknya. Anak-anak yang kehilangan orang tua dan kerabatnya. Belum lagi mereka yang luka fisiknya berat dan masih kesakitan atau bahkan mungkin kehilangan anggota tubuhnya.
Apakah memang semua ini harus dilakukan oleh psikolog? Sangatlah tidak mungkin menyediakan psikolog dengan jumlah besar dalam waktu singkat, mereka yang bersedia juga harus diberi pembekalan untuk menghadapi situasi paska bencana.
Sebenarnya, dalam masa tanggap darurat seperti sekarang ini, hal ini dapat dilakukan oleh semua pihak, semua relawan yang turun dilapangan yang memberi bantuan dalam bentuk apapun juga dapat menjadi teman, pendengar yang baik, memberikan pertolongan ‘psikologis’ pertama (psychological first aid), bagi para penyintas.
Ketakutan, kesedihan, rasa duka cita merupakan suatu reaksi yang wajar dalam situasi seperti ini. Beberapa tips-tips sederhana dapat dilihat dalam ‘Membantu Orang Lain Menghadapi Situasi Paska Bencana’ yang dapat di down load dan diperbanyak di link ini www.pulihpeduli.wordpress.com, yang terpenting kita harus menunjukkan bahwa kita peduli dan kita menghadirkan perhatian kita setulus hati bagi mereka.
Selain itu yang juga penting untuk diperhatikan adalah kondisi fisik dan psikologis para relawan yang telah bekerja selama satu minggu di daerah bencana.
Mereka butuh beristirahat, mereka butuh perhatian dan ada baiknya mereka mendapatkan waktu untuk ‘break’ dan beristirahat untuk mencegah terjadinya trauma sekunder, kelelahan kepedulian serta burnt out dari para relawan.
Saat ini langkah-langkah yang terus PULIH terus melakukan penggalangan dana di Sumatera Barat, tanpa melupakan saudara-saudara kita yang menjadi penyintas gempa di Jawa Barat.
Sampai saat ini kegiatan yang telah dan sedang dijalankan oleh PULIH adalah:
GEMPA JAWA BARAT
- Melakukan persiapan materi untuk penguatan relawan untuk pendampingan anak di Desa MARGA MULYA PENGALENGAN. Tiur dan Ningsih adalah relawan yang telah berpengalaman melakukan pendampingan anak paska bencana.
- Tiur dan Ningsih akan berangkat ke Bandung dan dilanjutkan ke Pengalengan minggu depan.
- Kami juga berusaha membantu untuk mencarikan lembaga yang bersedia untuk membangun kembali Sekolah Dasar yang bangunannya 80% hancur dan rusak dengan hanya 3 unit kelas yang retak-retak tersisa dan sewaktu-waktu bisa runtuh
GEMPA SUMATERA BARAT
- Mengirimkan bantuan logistik ke Desa Sungai Geringging, yang pertama dalam bentuk obat-obatan, yang kedua dalam bentuk uang yang kemudian dibelanjakan beras dan kebutuhan lainnya di Bukit Tinggi. Dan kami terus berkoordinasi serta berkontak dengan Loly Nur Fitria yang sudah berada di Sungai Geringging sambil menunggu hasil assesment awal yang dilakukan oleh Loly.
- Terus berkoordinasi dengan Jaring Kawan serta rekan-rekan jejaring lainnya untuk mengetahui situasi terakhir di lapangan, terutama kebutuhan-kebutuhan psikososial yang muncul dilapangan serta yang masih belum terpenuhi
- Memberikan penguatan secara berkala terhadap relawan yang akan dikirim, untuk yang pertama kami akan melakukannya di kantor Yayasan PULIH pada hari Kamis tanggal 8 oktober 2008. Kami mengundang pulihers yang berpengalaman bekerja pada masa tanggap darurat di daerah bencana Nurcahyo Waskito dan psikolog serta terapis yang memiliki ketrampilan untuk melakukan penanganan trauma dengan memandukan kemampuan konseling dan psikologi timur Aswini Wijaya Murmanks.
- Relawan pertama akan diberangkatkan secepat-cepatnya hari Jumat tanggal 9 Oktober, 2009
- Kami akan terus melakukan penguatan bagi relawan selama 4 minggu kedepan dan mengirimkan minimal 2 orang relawan secara bergantian dengan waktu kerja sekitar 3-5 hari pada tahap tanggap darurat ini.
Kami masih terus melakukan penggalangan dana baik untuk Gempa Jawa Barat, maupun Gempa Sumatera Barat yang akan digunakan untuk pembelian barang-barang kebutuhan seperti sembako, serta kebutuhan perempuan dan anak seperti susu, makanan bayi, dan pembalut wanita. Sebagian dana juga akan kami gunakan untuk biaya pengiriman relawan
PUNDI AMAL GEMPA JAWA BARAT DAN SUMATERA BARAT
Bank Mandiri Kemang Raya
a.n Yayasan Pulih
No. Rek. 126-00-0401572-2
Semoga usaha kecil yang kami lakukan dapat membantu meringankan beban saudara-saudarakita yang berada di Jawa Barat dan di Sumatera Barat