Oleh: pulihpeduli | Oktober 5, 2009

Kabar Pengalengan

Pada hari Rabu siang, 3 September 2009, kembali gempa mengguncang beberapa daerah di pulau Jawa. Pusat gempa berada di Tasikmalaya, dengan kekuatan 7.3 skala reichter. Gempa tersebut telah menghancurkan beberapa daerah di sekitarnya seperti Cianjur, Garut, Pengalengan dan Pangandaran yang sebelumnya juga pernah terjadi gempa Tsunami. Bencana alam seperti gempa ini tidak bisa diramalkan akan terjadi, muncul secara tiba-tiba. Hal ini memunculkan perasaan takut dan mencekam serta meluluhlantakan bangunan dan rumah-rumah di daerah yang terkena gempa. Kejadian ini mengingatkan kita untuk terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami, apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Tentunya semua pihak harus dapat belajar dari pengalaman ini dan lebih siap apabila suatu hari di masa yang akan datang gempa terjadi lagi. Inilah saatnya bagi kita semua untuk saling bahu membahu, mengulurkan tangan kita untuk sedikit meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita. Semua pihak dapat ikut serta membantu sesuai dengan kemampuannya. Dan alangkah baiknya bila sistem koordinasi dapat tercipta sehingga seluruh bantuan yang datang dapat dengan cepat dan tepat sasaran. 12 September 2009 Yayasan Pulih turun ke lokasi bencana di daerah Pengalengan, bekerjasama dengan Paguyuban Pekerja Muda Peduli (PPMP) belokasi Perumahan Metro SHE Jl. Mars Utara Kav. 247, No. 52. Bandung, Jawa Barat, Indonesia mengadakan pendataan korban gempa dan memberikan bantuan logistik kepada para korban. Posko yang dibangun berlokasi di Kampung Panyindangan RT 06 RW 05, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, dengan area yang ditangani mencakup 6 RT. Sudah dibangun 8 tenda sementara, masing-masing menampung antara 50-100 pengungsi, dicampur dari laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak-anak. Aktivitas yang dilakukan antara lain: pemberian obat-obatan dan perawatan luka ringan, penyaluran bantuan logistik, dan pendataan. Jumlah relawan yang aktif bekerja saat ini hanya 10 orang. Menurut catatan hasil pendataan PPMP, kerusakan akibat gempa berada di Kabupaten Bandung 13 orang meninggal dunia, luka-luka 665 orang, rumah rusak berat sebanyak 11.692 rumah, rumah rusak sedang sebanyak 7067 rumah, rumah rusak ringan 13.335 rumah dan beberapa sarana umum seperti masjid, sekolahan juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Dari data teratas khusus Kecamatan Pangalengan korban gempa yang meninggal dunia sebanyak 10 orang, luka-luka sebanyak 278 orang, rumah rusak dari ringan sampai berat sebanyak 13.507 rumah, sarana umum 231 buah. Saat ini korban bencana di Pengalengan masih membutuhkan bantuan makanan, pakaian bayi dan anak, dewasa, selimut, tenda, obat-obatan di tambah pembalut wanita, kayu putih, alkohol. Satu bulan setelah gempa terjadi, masih banyak penduduk yang tinggal di tenda-tenda. Anak-anak mengalami ketakutan akan terjadi gempa lagi. Mereka membutuhkan bantuan untuk melakukan pemulihan dan pebaikan. selain logistik, batuan untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas penting seperti sekolah sangat mendesak agar anak-anak dalam kembali mengalami aktifitasnya. Pulih akan melakukan pendampingan di lapangan dan penguatan bagi relawan untuk melakukan pendampingan anak.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

  • Tidak ada kategori
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.