Oleh: pulihpeduli | Oktober 9, 2009

KABAR BENCANA

Untitled Document

KABAR BENCANA

Hujan turun terus menerus di Jakarta, sementara hati dan pikiran kami melayang ke saudara-saudara kami yang masih berada di tenda-tenda pengungsian di Tasikmalaya, Cianjur dan Pengalengan.
Sementara, di Sumatera Barat, keadaan darurat masih sangat terasa, walaupun roda perekonomian untuk kebutuhan sehari-hari berangsur-angsur mulai berjalan. Di beberapa bagian yang terkena gempa, seperti di desa Sungai Geringging tempat dimana kami mengirimkan bantuan logistik, listrik di sana sudah mulai menyala dan Alhamdulillah bantuan pun sudah banyak mengalir. Sehingga Loly Nur Fitria, teman kami yang berangkat kesana juga menyalurkan bantuan yang dibawanya ke desa-desa tetangganya.
Situasi ini menggugah bukan hanya saudara-saudara kita yang berada di tanah air, tapi juga mereka yang berada di negara lain seperti AS, Canada, Switzerland dan Belgia yang menyatakan keinginannya untuk membantu serta menyalurkan dananya.
Kami terus di kontak dan dihubungi oleh berbagai pihak meminta untuk dikirimkan psikolog untuk dikirimkan sebagai relawan. Tentunya tenaga psikolog sangat terbatas, sementara kebutuhan dilapangan sangat tinggi, menghadapi anak-anak yang masih ketakutan, dengan kondisi fisik yang tentunya sangat rawan penyakit. Menghadapi orang tua yang kehilangan anak-anaknya. Anak-anak yang kehilangan orang tua dan kerabatnya. Belum lagi mereka yang luka fisiknya berat dan masih kesakitan atau bahkan mungkin kehilangan anggota tubuhnya.
Apakah memang semua ini harus dilakukan oleh psikolog? Sangatlah tidak mungkin menyediakan psikolog dengan jumlah besar dalam waktu singkat, mereka yang bersedia juga harus diberi pembekalan untuk menghadapi situasi paska bencana.
Sebenarnya, dalam masa tanggap darurat seperti sekarang ini, hal ini dapat dilakukan oleh semua pihak, semua relawan yang turun dilapangan yang memberi bantuan dalam bentuk apapun juga dapat menjadi teman, pendengar yang baik, memberikan pertolongan ‘psikologis’ pertama (psychological first aid), bagi para penyintas.
Ketakutan, kesedihan, rasa duka cita merupakan suatu reaksi yang wajar dalam situasi seperti ini. Beberapa tips-tips sederhana dapat dilihat dalam ‘Membantu Orang Lain Menghadapi Situasi Paska Bencana’ yang dapat di down load dan diperbanyak di link ini www.pulihpeduli.wordpress.com, yang terpenting kita harus menunjukkan bahwa kita peduli dan kita menghadirkan perhatian kita setulus hati bagi mereka.
Selain itu yang juga penting untuk diperhatikan adalah kondisi fisik dan psikologis para relawan yang telah bekerja selama satu minggu di daerah bencana.
Mereka butuh beristirahat, mereka butuh perhatian dan ada baiknya mereka mendapatkan waktu untuk ‘break’ dan beristirahat untuk mencegah terjadinya trauma sekunder, kelelahan kepedulian serta burnt out dari para relawan.
Saat ini langkah-langkah yang terus PULIH terus melakukan penggalangan dana di Sumatera Barat, tanpa melupakan saudara-saudara kita yang menjadi penyintas gempa di Jawa Barat.
Sampai saat ini kegiatan yang telah dan sedang dijalankan oleh PULIH adalah:
GEMPA JAWA BARAT

  1. Melakukan persiapan materi untuk penguatan relawan untuk pendampingan anak di Desa MARGA MULYA PENGALENGAN. Tiur dan Ningsih adalah relawan yang telah berpengalaman melakukan pendampingan anak paska bencana.
  2. Tiur dan Ningsih akan berangkat ke Bandung dan dilanjutkan ke Pengalengan minggu depan.
  3. Kami juga berusaha membantu untuk mencarikan lembaga yang bersedia untuk membangun kembali Sekolah Dasar yang bangunannya 80% hancur dan rusak dengan hanya 3 unit kelas yang retak-retak tersisa dan sewaktu-waktu bisa runtuh

GEMPA SUMATERA BARAT

  1. Mengirimkan bantuan logistik ke Desa Sungai Geringging, yang pertama dalam bentuk obat-obatan, yang kedua dalam bentuk uang yang kemudian dibelanjakan beras dan kebutuhan lainnya di Bukit Tinggi. Dan kami terus berkoordinasi serta berkontak dengan Loly Nur Fitria yang sudah berada di Sungai Geringging sambil menunggu hasil assesment awal yang dilakukan oleh Loly.
  2. Terus berkoordinasi dengan Jaring Kawan serta rekan-rekan jejaring lainnya untuk mengetahui situasi terakhir di lapangan, terutama kebutuhan-kebutuhan psikososial yang muncul dilapangan serta yang masih belum terpenuhi
  3.  Memberikan penguatan secara berkala terhadap relawan yang akan dikirim, untuk yang pertama kami akan melakukannya di kantor Yayasan PULIH pada hari Kamis tanggal 8 oktober 2008. Kami mengundang pulihers yang berpengalaman bekerja pada masa tanggap darurat di daerah bencana Nurcahyo Waskito dan psikolog serta terapis yang memiliki ketrampilan untuk melakukan penanganan trauma dengan memandukan kemampuan konseling dan psikologi timur Aswini Wijaya Murmanks.
  4. Relawan pertama akan diberangkatkan secepat-cepatnya hari Jumat tanggal 9 Oktober, 2009
  5. Kami akan terus melakukan penguatan bagi relawan selama 4 minggu kedepan dan mengirimkan minimal 2 orang relawan secara bergantian dengan waktu kerja sekitar 3-5 hari pada tahap tanggap darurat ini.

 

Kami masih terus melakukan penggalangan dana baik untuk Gempa Jawa Barat, maupun Gempa Sumatera Barat yang akan digunakan untuk pembelian barang-barang kebutuhan seperti sembako, serta kebutuhan perempuan dan anak seperti susu, makanan bayi, dan pembalut wanita. Sebagian dana juga akan kami gunakan untuk biaya pengiriman relawan

PUNDI AMAL GEMPA JAWA BARAT DAN SUMATERA BARAT
Bank Mandiri Kemang Raya
a.n Yayasan Pulih
No. Rek. 126-00-0401572-2

Semoga usaha kecil yang kami lakukan dapat membantu meringankan beban saudara-saudarakita yang berada di Jawa Barat dan di Sumatera Barat

 

 

Oleh: pulihpeduli | Oktober 5, 2009

Kabar Pengalengan

Pada hari Rabu siang, 3 September 2009, kembali gempa mengguncang beberapa daerah di pulau Jawa. Pusat gempa berada di Tasikmalaya, dengan kekuatan 7.3 skala reichter. Gempa tersebut telah menghancurkan beberapa daerah di sekitarnya seperti Cianjur, Garut, Pengalengan dan Pangandaran yang sebelumnya juga pernah terjadi gempa Tsunami. Bencana alam seperti gempa ini tidak bisa diramalkan akan terjadi, muncul secara tiba-tiba. Hal ini memunculkan perasaan takut dan mencekam serta meluluhlantakan bangunan dan rumah-rumah di daerah yang terkena gempa. Kejadian ini mengingatkan kita untuk terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami, apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Tentunya semua pihak harus dapat belajar dari pengalaman ini dan lebih siap apabila suatu hari di masa yang akan datang gempa terjadi lagi. Inilah saatnya bagi kita semua untuk saling bahu membahu, mengulurkan tangan kita untuk sedikit meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita. Semua pihak dapat ikut serta membantu sesuai dengan kemampuannya. Dan alangkah baiknya bila sistem koordinasi dapat tercipta sehingga seluruh bantuan yang datang dapat dengan cepat dan tepat sasaran. 12 September 2009 Yayasan Pulih turun ke lokasi bencana di daerah Pengalengan, bekerjasama dengan Paguyuban Pekerja Muda Peduli (PPMP) belokasi Perumahan Metro SHE Jl. Mars Utara Kav. 247, No. 52. Bandung, Jawa Barat, Indonesia mengadakan pendataan korban gempa dan memberikan bantuan logistik kepada para korban. Posko yang dibangun berlokasi di Kampung Panyindangan RT 06 RW 05, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, dengan area yang ditangani mencakup 6 RT. Sudah dibangun 8 tenda sementara, masing-masing menampung antara 50-100 pengungsi, dicampur dari laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak-anak. Aktivitas yang dilakukan antara lain: pemberian obat-obatan dan perawatan luka ringan, penyaluran bantuan logistik, dan pendataan. Jumlah relawan yang aktif bekerja saat ini hanya 10 orang. Menurut catatan hasil pendataan PPMP, kerusakan akibat gempa berada di Kabupaten Bandung 13 orang meninggal dunia, luka-luka 665 orang, rumah rusak berat sebanyak 11.692 rumah, rumah rusak sedang sebanyak 7067 rumah, rumah rusak ringan 13.335 rumah dan beberapa sarana umum seperti masjid, sekolahan juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Dari data teratas khusus Kecamatan Pangalengan korban gempa yang meninggal dunia sebanyak 10 orang, luka-luka sebanyak 278 orang, rumah rusak dari ringan sampai berat sebanyak 13.507 rumah, sarana umum 231 buah. Saat ini korban bencana di Pengalengan masih membutuhkan bantuan makanan, pakaian bayi dan anak, dewasa, selimut, tenda, obat-obatan di tambah pembalut wanita, kayu putih, alkohol. Satu bulan setelah gempa terjadi, masih banyak penduduk yang tinggal di tenda-tenda. Anak-anak mengalami ketakutan akan terjadi gempa lagi. Mereka membutuhkan bantuan untuk melakukan pemulihan dan pebaikan. selain logistik, batuan untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas penting seperti sekolah sangat mendesak agar anak-anak dalam kembali mengalami aktifitasnya. Pulih akan melakukan pendampingan di lapangan dan penguatan bagi relawan untuk melakukan pendampingan anak.

Oleh: pulihpeduli | Oktober 5, 2009

Pundi amal untuk Korban Gempa

Kurang dari sebulan yang lalu musibah gempa bumi menimpa saudara-saudara kita di Jawa Barat. Sampai saat inipun masih banyak diantara mereka yang tinggal di tenda pengungsian. Sebagian anak-anak masih merasa ketakutan jika mendengar ada suara keras ataupun hal lain yang mengejutkan. Sekolah yang runtuh masih belum dibangun kembali. Yayasan PULIH pun masih melanjutkan kegiatan tanggap darurat di Pengalengan, melakukan pendampingan dan asistensi teknis bagi relawan untuk melakukan pendampingan anak.

Siapa yang mengira, gempa yang lebih dahsyat lagi menimpa saudara-saudara kita di Sumatera Barat pada tanggal 30 September yang lalu, data terakhir dari DepKes (tanggal 3 oktober 2009) memperkirakan masih ada sekitar 3000 orang yang tertimbun di reruntuhan.
Kota Padang, yang relatif lebih mudah terjangkau dan menerima bantuan masih dalam keadaan porak poranda, evakuasi korban masih terus dilakukan. Bagi yang selamat, berbagai ketakutan melanda, keterbatasan air bersih dan listrik yang terbatas. Selain itu, kota Pariaman yang lebih dekat dengan pusat gempa dan berada di pinggir pantai lebih terisolasi. Jalan dan jembatan terputus, hampir 80% desa dan rumah-rumah hancur. Dan menurut sumber kami yang telah sampai disana, masih banyak masyarakat yang belum menerima bantuan.

Salah satu desa yang terkena gempa cukup parah di Pariaman adalah kampung halaman saudara kami, kerabat PULIH, Loly Nur Fitria. Dengan bantuan kontak dari Loly, Yayasan PULIH telah mengirimkan bantuan logistik berupa obat-obatan dan susu bayi ke sana.

Indonesia memang merupakan daerah rawan gempa. Namun, tak pernah merasa siap rasanya kita untuk menghadapi bencana. Dengan pengalaman sebelumnya, dan seluruh sumber daya yang ada, Yayasan PULIH berusaha membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.Untuk tahap tanggap darurat ini, kami melakukan pengumpulan bantuan logistik berupa obat-obatan, pakaian layak pakai, kebutuhan perempuan dan anak-anak, seperti susu, pembalut wanita dan makanan bayi.Bantuan tersebut akan kami salurkan ke Pariaman.

Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Jaring Kawan, jejaring psikososial, melalui sub cluster mental health bekerja sama dengan DepKes untuk melakukan kegiatan lebih lanjut.

Assesment bersama akan segera dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dilapangan, disertai dengan koordinasi dengan anggota Jaring Kawan yang sudah berada dilapangan.

Kami menerima dan siap menyalurkan bantuan logistik serta dana yang akan kami gunakan untuk mengirimkan relawan terampil ke lapangan.
Selain itu, melalui program jurnalisme dan trauma, bekerja sama dengan DART center kami terus mensosialisasikan panduan dalam melakukan peliputan peristiwa berdampak traumatis termasuk gempa bumi.

Juga beberapa tips-tips menghadapi situasi sulit setelah terjadi bencana alam. Informasi tersebut dapat di Apa itu gempa bumi, menghadapi gempa bumi, menghadapi pasca gempa bumi untuk diri sendiri, menghadapi situasi gempa untuk anak-anak
Kami akan terus melakukan posting di website ini dengan materi-materi psikoedukasi yang dapat dimanfaatkan langsung di lapangan.

Apabila anda ingin berpartisipasi dalam PUNDI AMAL GEMPA SUMBAR dapat di transfer melalui nomer rekening:

Bank Mandiri Kemang Raya
a.n Yayasan Pulih
No. Rek. 126-00-0401572-2

Atau ke kantor Yayasan PULIH

JL. Teluk Peleng No 63 A Komp. TNI AL, Rawa Bambu Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp:+62-21-788 42 580,Fax : +62-21-782 30 21, Hotline : +62-21-982 86 398, +62-888-181 68 60, Email : info@pulih.or.id, Website: www.pulih.or.id

Kami akan terus meng up date kondisi di lapangan melalui website ini.

Mari kita selalu mendoakan agar saudara-saudara kita yang tertimpa bencana diberi ketabahan.

Salam,

Irma S. Martam

Kategori

  • Tidak ada kategori
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.